Rabu, 06 Oktober 2010

Cintailah Produk Indonesia


Masih inget gak tentang jumlah mentri yang menduduki cabinet Indonesia bersatu di jilid 2? dan di dalamnya ada mentri apa saja?

Jawabannya adalah kira- kira ada 37 orang mentri. Dan salah satunya adalah ada menkominfo. Menkominfo alias mentri komunikasi dan informasi.Mengingat teknologi dan informasi di Indonesia masih minim, maka tugas menkominfo ini sangatlah besar. Salah satunya adalah memajukan teknologi dan informasika yang ada di Indonesia. Di sini, tugas menkominfo susah- susah gampang.

Seandainya saja saya jadi mnkominfo!!!!

Daya guna informasi di Indonesia sangatlah besar. Apalagi sekarang zamannya internet, hampir semua kalangan yang ada di Indonesia dapat mengakses internet. Di warnet harga perjamnya adalah Rp2500,- s/d Rp3000,-. Harga ini sangat terjangkau bagi semua kalangan. Apalagi untuk kalangan pelajaran. Terlihat di beberapa pengunjung warnet, banyak sekali kalangan pelajar yang menggunakan internet.

Bukan hanya menggunakan computer dan modem saja kita dapat menjalajah di dunia maya, tapi melalui handphone kita juga dapat menjelajahinya. Handphone- handphone sakarang mulai di lengkapi dengan fasilitas broser. Sekalipun itu handphone CDMA, biasanya hanya bisa di gunakan sebagai sms dan nelpon saja.

Dengan banyaknya pengguna internet yang masih menggunakan window xp, yang notabanenya adalah illegal.dan selama ini kita masih bangga dengan dengan penggunaan windows yang bukan hasil karya orang Indonesia. Sementara hasil karya sendiri diabaikan. Indonesia kini mempunyai program IGOS tidak kalah dengan program windows. Kebanyakan dari mereka lebih bangga menggunakan program tersebut di bandingankan dengan IGOS

IGOS
adalah sebuah semangat gerakan untuk meningkatkan penggunaan dan pengembangan perangkat lunak sumber terbuka di Indonesia. IGOS dideklarasikan pada 30 Juni 2004 oleh 5 kementerian yaitu Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Departemen Komunikasi dan Informatika, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Departemen Pendidikan Nasional.

Gerakan ini melibatkan seluruh stakeholder TI (akademisi, sektor bisnis, instansi pemerintah dan masyarakat) yang dimulai dengan program untuk menggunakan perangkat lunak sumber terbuka di lingkungan instansi pemerintah. Diharapkan dengan langkah ini dapat diikuti oleh semua lapisan masyarakat untuk menggunakan perangkat lunak legal.


Terutama untuk pengguna warnet,IGOS sendiri mempunya kelebihan sebagai berikut:


1.Biaya Investasi yang relatif minim.
2.Adanya kemampuan dan kemauan SDM untuk melakukan migrasi.
3.Hasil pengkajian bahwa Linux Desktop sebenarnya mudah.
4.Adanya penyesuaian bentuk tampilan dan isi dari OS Linux yang dipilih agar mudah digunakan oleh pelanggan yang sudah terbiasa dengan OS Windows.5.Kebutuhan software pendukung yang sudah ada di System Operasi Linux dan semuanya Open

Source.
6.Dukungan driver hardware yang sudah lengkap pada System Operasi Linux.
7.Optimisme bahwa kemudahan penggunaan System Operasi adalah karena faktor kebiasaan.
8.Meningkatkan pelayanan bagi pelanggan.
9.Melakukan Training penggunaan Linux sebagai System Operasi di Warnet.


Apalagi IGOS tidak kalah hebatnya dengan windows, dan aplikasinya pun hamper sama. Misalnya sajaAplikasi yang terinstall dalam IGOS Desktop Nusantara 2006 antara lain : sistem operasi (Linux); aplikasi perkantoran (OpenOffice 2.0.3); Internet Browser (FireFox), E-mail Client (Evolution); Chatting (GAIM); pengolahan grafis (GIMP) serta aplikasi multimedia.


Mengingat banyak kelebihan penggunaan IGOS bagi warnet, jika saya menjadi seorang menkominfo, saya akan menyuruh semua warnet yang ada di Indonesia untuk beralih kepada IGOS. Untuk apa bangga dengan produk orang lain??? JIka kita mengaku bangsa Indonesia. Maka, cintailah produk Indonesia. Dan membuktikan bahwa kita bangga terhadapa Indonesia.